sejarah pancasila

| |


Pancasila Sebagai dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia telah diterima secara luas dan telah bersifat final. Namun walaupun pancasila saat ini telah dihayati sebagai filsafat hidup bangsa dan dasar negara, yang merupakan perwujudan dari jiwa bangsa,sikap mental,budaya dan karakteristik bangsa, saat ini asal usul dan kapan di keluarkan/disampaikannnya Pancasila masih dijadikan kajian yang menimbulkan banyak sekali penafsiran dan konflik yang belum selesai hingga saat ini.
Namun dibalik itu semua ternyata pancasila memang mempunyai sejarah yang panjang tentang perumusan-perumusan terbentuknya pancasila, dalam perjalanan ketata negaraan Indonesia. Sejarah ini begitu sensitif dan salah-salah bisa mengancam keutuhan Negara Indonesia. Hal ini dikarenakan begitu banyak polemik serta kontroversi yang akut dan berkepanjangan baik mengenai siapa pengusul pertama sampai dengan pencetus istilah Pancasila.

sejarah pancasila tidak terlepas dari proses yang panjang yaitu:

A. Masa Kejayaan Nasional
Masa kejayaan nasional dibagi dalam beberapa tahap dilihat dari:
1. Masa Kerajaan Sriwijaya (620-1270)
Pada abad VII, muncullah di Sumatera (Palembang) sebuah Kerajaan atau Kemahadutuan bernama Sriwijaya sebagai Kerajaan nasional pertama di Indonesia di bawah dinasti Syailendra dengan rajanya yang terkenal Balaputra. Sebagai Negara maritim, Sriwijaya mempersatukan seluruh nusantara sampai abad XII.
Menjelang abad XII situasidan kondisi Sriwijaya semakin memburuk disebabkan adanya perpecahan melalui perang saudara diantara keluarga dinasti Syailendra. Dengan surutnya Kerajaan Sriwijaya, munculah kerajaan kecil dimana-mana.

2. Kerajaan Majapahit (1293-1520)
Negara baru sebuah kerajaan Majapahit dengan pendiri R.Wijaya mencapai puncak kemegahannya di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk yang di dampingi oleh Mahapatih Gajah Mada. Wilayahnya meliputi seluruh Nusantara.
Majapahit dengan Mahapatih Gajah Mada dapat mempersatukan seluruh Nusantara berkat “Sumpah Palapa”nya yang memiliki arti Persatuan dan Kesatuan, seperti tercantum pada sila ke-2 Pancasila.
Dalam beberapa peninggalan buku kuno, diantaranya adalah buku Sutasoma karangan Mpu Tantular berisi kalimat yang dijadikan semboyan bangsa Indonesia yaitu “Bhinneka Tunggal Ika” yang bermakna mampersatukan seluruh rakyat wilayah Nusantara dalam bentuk Persatuan dan Kesatuan tanpa terpecah-pecah dengan mengabaikan perbedaan yang ada dalam masyarakat seluruh wilayah Nusantara.
Pada zaman Kerajaan Sriwijaya maupun Majapahit unsur-unsur yang terdapat dalam Pancasila sebagai asas-asas yang menjiwai kehidupan rakyat, telah dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Unsur-unsur itu berupa:
a. Jiwa ketuhanan (mereka hidup sangat religius)
b. Kemanusiaan (mereka suka melakukan kegiatan kemanusiaan,menjunjung tinggi sikap
tenggang rasa)
c. Persatuan (cinta tanah air dan mengutamakan keselamatan bangsa)
d. Tata masyarakat dan pemerintahan (di landasi unsur musyawarah)
e. Keadilan sosial (dalam seluruh kehidupan rakyatnya)

B. Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajah
1. Perjuangan Sebelum Abad XX
Kemunculan para pelaut asing di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor:
a. Dorongan ekonomi: ingin meraup keuntungan yang besar dari perniagaan, ingin
membeli rempah-rempah dari Maluku dengan harga rendah dan menjualnya di Eropa
dengan harga tinggi.
b. Melaksanakan misi menyebarkan agama Kristen.
c. Orang-orang Portugis gemar berpetualang karena hidup mereka dinamis dan ingin
melihat dunia luar tanah airnya.
d. Kemajuan ilmu dan teknik pelayaran.

Sejak kedatangan bangsa Portugis pada abad ke XV, ketenangan perdagangan di Indonesia mulai terganggu. Portugis berdagang dengan system monopoli dan membuat peraturan-peraturan yang sangat merugikan para pedagang di Selat Malaka.Perlawanan rakyat pun mulai timbul, terutama di Demak, Aceh, dan Ternate, mereka berjuang dengan gigih melawan Portugis.

1. Perjuangan Rakyat Demak
Sejak semula Raja Demak, Raden Patah menyadari bahaya yang mengancam dari Maluku yang telah jatuh ke tangan Portugis tahun 1521.
Pada tahun 1513, Pati Unus, putra Raden Patah menyerang Malaka tetapi gagal karena persenjataan dan kekuatan armada kapal Demak tidak seimbang dengan Portugis.
Dalam kesempatan lain Portugis mengincar pulau Jawa, tetapi Demak berusaha keras menghalaunya dan berusaha mempersatukan kerajaan-kerajaan pantai utara Jawa, seperti Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon untuk menghadapi Portugis dan menghalaunya kembali ke Malaka.

2. Perlawanan Rakyat Aceh
Rakyat Aceh di bawah pimpinan Sultan Iskandar Muda (1607-1636) berjuang untuk mempertahankan kedaulatan Aceh dan mengusir kekuasaan Portugis dari Semenanjung Malaka. Berkat persatuan dan kesatuan, Aceh dapat menggagalkan usaha penjajahan Portugis di wilayahnya.

3. Perlawanan Rakyat Ternate
Di bawah pimpinan Sultan Hairun, rakyat Ternate menentang dan melawan Portugis. Portugis terdesak lalu menawarkan perdamaian dan mengajak Sultan Hairun berunding di benteng Portugis.Dalam perundingan itu Sultan Hairun dikhianati dan dibunuh. Dan di bawah pimpinan Sultan Baabullah, putra Sultan Hairun, rakyat Maluku pun menghantam Portugis dan mengusirnya dari Ternate

2. Kebangkitan Nasional
a. Latar Belakang Lahirnya Pergerakan Nasional Indonesia
Pergerakan bangsa Indonesia melalui organisasi modern (politik) baru tumbuh mulai tahun 1908, yaitu saat didirikannya Budhi Utomo sebagai organisasi modern pertama di Indonesia. Yang kemudian dianggap sebagai hari Kebangkitan Nasional. Perjuangan yang dimulai sejak tahun 1908 tersebut mencapai penugasan pada Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

b. Bentuk dan Strategi Organisasi Pergerakan Nasional dalam Menghadapi Kolonialisme
1.Budhi Utomo

Pelopor Budhi Utomo Dr. Wahidin Sudirohusodo. Didirikan oleh para mahasiswa Sekolah Dokter Pribumi, antara lain Sutomo, Suradji, dan Gunawan Mangunkusumo pada tanggal 20 Mei 1908 di Jakarta. Pada bulan Oktober 1908, Budhi Utomo mengadakan kongres pertama di Yogyakarta dan menghasilkan keputusan:

a. Budhi Utomo tidak ikut kegiatan politik.
b. Kegiatan utamanya ditujukan pada bidang pendidikan dan budaya.
c. Ruang geraknya hanya di Jawa dan Madura.
Dalam kongres yang pertama R.T. Tirtokusumo,Bupati Karang Anyar terpilih sebagai ketua dan Yogyakarta ditetapkan sebagai pusat organisasi.

2. Sarikat Islam
Berdirinya Sarikat Islam didahului oleh Sarikat Dagang Islam (SDI) yang didirikan pada tahun 1911 oleh K.H. Samanhudi atas usulan R.M. Tirto Adisuryo. Tujuan organisasi adalah memajukan perdagangan Indonesia. Pada tahun 1912 SDI mengadakan kongres di Surabaya dimana nama SDI diubah menjadi Sarikat Islam (SI) dengan ketua H. Oemar Said Tjokroaminoto. Tujuan SI adalah memajukan perdagangan bangsa Indonesia, kesejahteraan rakyat dan menganjurkan cara hidup menurut ajaran agama Islam. Pada tahun 1930, Partai Sarikat Islam menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) dan H. Agus Salim sebagai ketuanya.

3.Indische Partij

Indische Partij (IP) didirikan pada tahun 1912 oleh tiga serangkai Suwardi Suryaningrat, Dr. Tjiptomangkusumo, dan E.E.E Douwes Dekker. Tujuan IP adalah menghidupkan rasa kebangsaan di kalangan golongan tersebut untuk bersama-sama mempersiapkan pembentukan tanah air Indonesia merdeka.

4.Sumpah Pemuda 1928
a. Kongres Pemuda, Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPI)
Tujuan PPI adalah menggalang persatuan dari seluruh organisasi pemuda untuk berjuang bersama-sama melawan Belanda.
Pemuda Indonesia
Didirikan di Bandung pada tanggal 27 Februari 1927 oleh para pemuda terpelajar yang pernah belajar di luar negeri dan bekas anggota Perhimpunan Indonesia. Tujuannya adalah memperkuat dan memperluas ide kesatuan nasional Indonesia.

b. Kongres Pemuda I
Diselenggarakan pada tanggal 30 April sampai 2 Mei 1926 di Jakarta. Dalam kongres ini ditekankan pentingnya persatuan dan kesatuan para pemuda untuk mencapai Indonesia merdeka. Kongres Pemuda I ini menerima persatuan dan kesatuan Indonesia, tetapi gagal membentuk badan sentral karena masih adanya perbedaan pendapat dan kesalahpahaman diantara mereka. Pemufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan (PPKI) yang di ketuai oleh Ir. Soekarno terbentuk pada tangggal 17 Desember 1926.

c.Kongres Pemuda II
Diselenggarakan pada tanggal 26-28 Oktober 1928 di Jakarta. Para utusan yang datang mengucapkan sumpah yang berbunyi:
1. Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
2. Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia.
3. Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Keputusan tersebut dicetuskan pada tanggal 28 Oktober 1928 yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.

5.Perjuangan Bangsa Indonesia pada Masa Penjajahan Jepang
Perlawanan rakyat Aceh di Cot Plieng dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil. Pada tanggal 10 November 1942 Jepang menyerang Cot Plieng dan menembak Tengku Abdul Jalil yang sedang melakukan ibadah shalat.
Di Sukamanah, K.H. Zaenal Mustafa berhasil menyatukan rakyat dangan para santri dan dengan tegas menolak melakukan Saikeiri, yaitu memberi penghormatan kepada kaisar Jepang dengan membungkukkan badan kearah Tokyo. Pada tanggal 25 Februari 1944 seusai shalat jumat, pasukan Jepang menggempur Sukamanah dan menangkap K.H. Zaenal Mustafa setelah sebelumnya terjadi perlawanan dari rakyat.
Perlawanan Peta di Blitar timbul karena tentara Peta tidak tahan lagi melihat kesengsaraan di daerahnya. Pada tanggal 14 Februari 1945 di bawah komandan pleton Supriyadi, Peta melancarkan perlawanan terhadap Jepang tetapi gagal karena situasi yang tidak tepat dan tipu muslihat. Sekalipun gagal, perlawanan ini sangat mempangaruhi semangat kemerdekaan rakyat Indonesia.

C. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
1. Proses Perumusan Pancasila dan UUD 1945
Pada tahun 1944 kedudukan Jepang di Perang Pasifik makin terdesak dan dengan adanya pemberontakan rakyat Indonesia, posisinya di Indonesia semakin terjepit. Tetapi masih berusaha menarik simpati rakyat Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan. Pada tanggal 1 Maret 1945, pemerintah Jepang di Jawa yang di pimpin oleh Saiko Syikikan Kumakici Harada membentuk Dokuritsu Junbi Cosakai (BPUPKI). Ketua BPUPKI adalah Dr.K.R.T. Radjiman Wiidyodiningrat. Tugas pokok BPUPKI adalah melakukan penyelidikan terhadap usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia.
Sidang BPUPKI dilaksanakan dalam dua tahap:
a. Masa sidang pertama (29 Mei 1945-1 Juni 1945)
Persidangan ini membicarakan masalah dasar Negara. Pada tanggal 29 Mei 1945 Mr. Muh. Yamin berpidato dengan judul “Asas dan Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia” yang mengusulkan lima asas yang akan dijadikan dasar Negara:
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat
Pada tanggal 31 Mei 1945 Prof. Dr. Mr. Supomo menyampaikan pidato yang berisi penjelasan masalah-masalah yang berhubungan dassar Negara:
1. Paham negara persatuan
2. Penghubungan negara dan agama
3. Sistem badan permusyawaratan
4. Sosialisme negara
5. Hubungan antarbangsa
Pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno berbicara tentang dasar falsafah Negara Indonesia merdeka yang terdiri atas lima asa:
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa
Berdasarkan petunjuk seorang ahli bahasa, Ir. Soekarno menamakan kelima sas itu Pancasila yang kemudian diusulkan sebagai dasar Negara Indonesia. Panitia kecil (Panitia Sembilan) yang dibentuk BPUPKI terdiri dari Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Mr. A.A. Maramis, Abikusno Cokrosuyoso, Abdul Kahar Muzakkir, H. Agus Salim, Mr. Achmad Soebarjo, K.H.A Wahid Hasyim,dan Mr. Moh. Yamin dengan ketua Ir. Soekarno. Pada tanggal 22 Juni 1945 BPUPKI menghasilkan rumusan yang disebut Piagam Jakarta (Jakarta Charter).
Di dalam alenia ke-4 Piagam Jakarta dirumuskan lima asas Negara Indonesia Merdeka yaitu:
1. Ketuhanan dengan menjalankan syariat Islam bagi pemelik-pemeluknya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerkyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

b.Masa sidang kedua (10 Juli-17 Juli 1945)
Membahas rancangan Undang-Undang Dasar beserta pembukaannya. Pada tanggal 14 Juli 1945 Ir. Soekarno melaporkan hasil kerjasama Panitia Perancang UUD kepada siding sebagai berikut:
1. Pernyataan Indonesia merdeka
2. Pembukaan Undang-Undang Dasar
3. Undang-Undang Dasar
Pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan dan sebagai penggantinya dubentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

2. Makna Proklamasi Kemerdekaan
Teks proklamasi dibacakan di halaman rumah Ir. Soekarno, jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta pada pukul 10.00 WIB. Walaupun isinya sangat singkat, tetapi mengandung makna yang sangat dalam karena merupakan pernyataan bangsa Indonesia yang sebelumnya terjajah menjadi bangsa yang mardeka.

3. Proses Peengesahan Pancasila sebagai Dasar Negara
Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan siding yang pertama dan menghasilkan keputusan penting, antara lain:
a. mengesahkan Undang – Undang Dasar yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh Dokuritsu
Junbi Cosakai yang sekarang dikenal dengan Undang – Undang Dasar 1945,
b. memilih Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden,
c. dalam masa peralihan, Presiden untuk sementara waktu akan dibantu oleh sebuah komite
nasional.
Rumusan terakhir Pancasila yang benar dan berlaku sekarang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

4. Perjuangan Mempertahankan dan Mengisi Kemerdekaan Indonesia
a. Masa Revolusi Fisik
Beberapa peristiwa pemberontakan sempat mengguncang Negara Republik Indonesia, antara lain:
1. Peristiwa APPRA di Bandung
Peristiwa ini dilatarbelakangi terbentuknya Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS), sebagai salah satu bentuk keputusan KMB.
2. Gangguan Keamanan yang Dilakukan oleh DI/TII
Di Jawa Barat, gerombolan DI/TII dipimpin oleh Kartosuwiryo.Operasi penumpasan DI/TII dilaksanakan oleh TNI bersama-sama ratusan ribu rakyat dengan memekai taktik pagar betis. Pada tanggal 4 Juni 1962, Kartosuwiryo berhasil ditangkap di gunung Geber (Majalaya) oleh pasukan Siliwangi.
Gerakan DI/TII di Jawa Tengah dipimpin oleh Fatah dan Kyai Sumolangu berhasil dihancurkan pada tahun 1957 oleh operasi Gerakan Banteng Nasional dari Divisi Diponegoro.
Munculnya gerakan DI/TII di Aceh yang dipimpin oleh Tengku Daud Beureuh didorong oleh masalah ketidakpuasan mengenai soal ekonomi daerah dan berhasil ditumpas melalui kombinasi operasi-operasi militer dan musyawarah.
3. Peristiwa RMS (Republik Maluku Selatan)
Pada tanggal 25 April 1950 di Ambin, Mr. Dr. Soumokil mengumumkan berdirinya Republik Maluku Selatan yang bertujuan untuk memisahkan diri dari negara Republik Indonesiasetelah RIS bubar.

b. Masa Demokrasi Liberal
Sistem demokrasi liberal sebenarnya bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, namun liberalism telah melangkah jauh ke dalam asas-asas demokrasi di Indonesia, seperti berlakunya Konsitusi RIS maupun UUD sementara 1950.

c. Masa Orde Lama
1. Latar Belakang Lahirnya Dekrit Presiden Juli 1959.
Latar belakang:
a. Kehidupan politik yang labil karena seringnya pergantian kabinet dan semakin tajamnya
persaingan partai politik.
b. Kegagalan konstituante dalam menyusun Undang-Undang Dasar.
c. Terjadinya gangguan keamanan berupa pemberontakan bersenjata di daerah-daerah.

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 berisi:
1. Tidak berlakunya UUDS 1950 dan berlakunya kembali UUD 1945.
2. Pembubaran Badan Kostituante.
3. Pembentukan MPR Sementara dan DPA Sementara.

2.Pelaksanaan Demokrasi Terpimpin
1.Bentuk pemerintahan Presidensial dimana Ir. Soekarno adalah presiden dan perdana menteri
serta kabinetnya dinamakan Kabinet Kerja.
2. Pembentukan MPRS dengan Penetapan Presiden No. 2 Tahun 1959.
3. Pembentukan DPAS berdasarkan Penetapan Presiden No. 3 Tahun 1959 yang diketuai oleh
Presiden dengan 45 orang anggota.

d. Masa Orde Baru
1. Lahirnya Orde Baru
Latar belakang:
a. Masyarakat menuntut pelaku G 30 S/PKI segera diadili dan PKI dibubarkan.
b. Pada 10 Januari 1966 kesatuan-kesatuan aksi mengajukan tiga tuntutan yang dikenal sebagai
Tritura.
3. Pada 21 Februari 1966 presiden melakukan perubahan terhadap Kabinet Dwikora. Rakyat
tidak puas karena masih banyak menteri yang terlibat G 30 S/PKI.

Keluarnya Supersemar
Situasi yang semakin panas mengharuskan Presiden Soekarno mengeluarkan Supersemar kepada Letjen Soeharto yang merupakan pemberian kepercayaan sekaligus wewenang kepada Letjen Soeharto untuk menguasai keadaan yang serba tidak menentu dan sulit dikendalikan.

2. Pembangunan Nasional
Pada 6 Juni 1968, Presiden Soeharto mengumumkan pembentukan dan susunan Kabinet Pembangunan. Tugas pokok kabinet dikenal dengan Pancakrida.

e. Masa Reformasi
Reformasi yang digerakkan oleh para mahasiswa memiliki agenda pertama menurunkan Soeharto yang selama hampir 32 tahun menjabat sebagai Presiden. Pada tanggal 20 Mei 1998 Soeharto secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dan jabatan presiden dilimpahkan kepada B.J. Habibie. Sejak saat itulah Orde Reformasi dan babak baru perkembangan demokrasi di Indonesia dimulai.

0 komentar:

Poskan Komentar

.